Hingar bingar piala AFF 2010 sudah berakhir, tetapi “aura” kebanggaan timnas masih belum meredup. Luar biasa antusiasme masyarakat Indonesia terhadap timnas. Rasanya belum pernah ada “euforia kebangetan” seperti sekarang ini (2010). Anak kecil, remaja, orang dewasa, usia lanjut, laki-perempuan, kaya-miskin, semua unsur dan komponen masyarakat larut dalam kebahagiaan dan kebanggaan. Apa hikmah dari semua ini?
Terlepas dari euforia berlebihan tersebut, ternyata sepakbola juga menjadi sesuatu yang amat berharga, punya nilai unik, sesuatu yang membuat orang lebih terbuka, lebih realistis, bahkan membuat orang menjadi lebih dibimbing untuk memaknai suatu peristiwa.
Ajang piala AFF merupakan turnamen yang jauh levelnya dibawah dibandingkan Piala Asia, Eropa bahkan Piala Dunia. Tetapi kenapa ajang ini membuat masyarakat Indonesia merasakan “terhibur”? Salah satunya penyebabnya (mungkin) adalah karena ajang ini berada di ASEAN dan (kebetulan) bertemu lagi dengan Malaysia, negara jiran yang dianggap beberapa kali “melecehkan” Indonesia, mulai klaim kebudayan, seni, perbatasan wilayah, dan penyiksaan TKI dan imigran Indonesia.
Tapi apakah sepakbola juga dijadikan “alat” untuk “menumbuhkan” kebencian yang lainnya? Tentu saja tidak. Saya justeru berpendapat, ternyata sepakbola bisa menyatukan Indonesia dan Malaysia. Sepakbola bisa menjadi “jembatan” dalam memperbaiki hubungan Indonesia dan Malaysia. Kalau begitu, kenapa tidak jika kita bersama dengan Malaysia mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah bersama pada ajang sepakbola di kawasan Asia dan Piala Dunia?
Saya tidak ingin lagi melihat betapa bencinya Indonesia terhadap Malaysia. Jangan tularkan sifat buruk itu ke anak cucu kita. Buang jauh2 rasa benci itu, tumbuhkan rasa menghargai, keinginan untuk memperbaiki hubungan, semangat untuk bekerjasama dan rasa cinta untuk menjadi mitra yang saling menguntungkan. Sepakbola sudah menjadi “media” yang bisa memperbaiki hubungan Indonesia dan Malaysia. Kenapa tidak dibuat saja Liga ASEAN saja? Bayangkan, bagaimana industri sepakbola akan bergairah di kawasan ini, sekaligus meningkatkan kualitas pemain di kawasan yang cinta damai ini?
Mudah-mudahan pada tahun 2011, sepakbola akan tetap menjadi “node” yang bisa mengharmonisasi hubungan Indonesia dengan Malaysia dan negara-negara lain di kawasan ini. Terimakasih sepakbola!
January 23, 2011 at 7:20 am
makasih infonya sangat berguna
ditunggu lainya