Siapa sudara kembar ITB? Jawabnya adalah Alumni ITB. Tidak ada yang akan menyanggah perihal saudara kembar ITB ini. Siapa lagi hayo? Dan ITB mesti sadar bahwa masih ada saudara kembar yang bisa diajak ngobrol, bersua, bermain, berkeluh-kesah, bahkan berkoalisi dan bekerjasama.
Sudah saatnya pada era cyberspace ini ITB mengajak saudara kembarnya yaitu Alumni ITB untuk berjalan bersama membawa ITB menuju cita-citanya yang agung. Cita-cita mencerdaskan bangsa, jutaan anak bangsa. Coba lihat jauh di tanah Papua sana (misalnya) begitu hausnya anak negeri ini menanti antrean untuk bisa kuliah di ITB. Alumni ITB tersebar di seluruh negeri ini, coba ajak bicara saudara kembar itu agar ITB dengan inovasi dan kreatifitasnya dapat membangun dan menjalankan industri nasional dan menumbuhkembangkan ekonomi secara mandiri.
Saudara kembar ibarat ibu, yang dapat memberi nasihat kepada anaknya. Saudara kembar juga bak seorang bapak yang bijak dan tegas. Saudara kembar juga seperti istri yang cantik penuh pesona sehingga termotivasi untuk maju. Jangan lupa dengan keberadaan saudara kembar itu. Sudah banyak peran alumni ITB bagi kemajuan ITB. Bahkan alumni ITB pun dengan senang hati mendukung program penelitian bertaraf internasional. ITB harus bangga dan sangat bangga punya saudara kembar seperti alumni ITB.
Pada masa mendatang peran Alumni ITB akan semakin strategis dan sangat dibutuhkan oleh ITB. Peran yang menonjol adalah bagaimana caranya agar produk kreatifitas dan inovasi ITB dapat disalurkan dan dapat digunakan serta bermanfaat untuk bangsa ini. Ini mesti dilakukan secara sistematis. Dan Alumni ITB akan menjadi partner yang paling utama. Bagaimana produk ITB dapat membantu negeri ini keluar dari krisis yang berkepanjangan. Alumni ITB adalah teman kerja yang paling nyaman. Ibarat empat kaki (Gajah Ganesha) yang menancap ke bumi, maka salah satu kaki itu adalah Alumni ITB. Satu kaki Alumni ITB memegang peran penting kemana langkah Gajah itu bergerak.
Dalam konteks internasionalisasi ITB menuju 100 perguruan tinggi terkemuka dunia maka Alumni ITB juga memegang peran penting. ITB tidak boleh menutup sebelah mata bahwa proses menuju cita-citanya tidak memperhatikan saudara kembarnya yaitu Alumni ITB. Alumni ITB sudah mendunia! Ini kenyataan. Banyak orang hebat lulusan ITB tersebar di seantero dunia. Kenapa ITB tidak meminta tolong kepada saduara kembarnya itu? Jadi, sinkronisasi gerak langkah ITB menuju perguruan tinggi kelas dunia juga sangat ditentukan bagaimana ITB dapat memanfaatkan jaringan alumni ITB kelas dunia.
Sekali lagi, saudara kembar itu jelas-jelas punya ‘orang tua’ yang sama. Genetiknya sama. Keinginan dan cita-citanya juga pasti mirip. Dan akan merasakan sangat kehilangan jika salah satunya tidak peduli terhadap yang lain. ITB mesti merangkul saudara kembarnya sekuat-kuatnya, memeluk dengan penuh ketulusan dan merasakan bagaimana mereka berjuang untuk kepentingan dan kemajuan bangsa ini. ITB dan Alumni pasti bisa!