Kemandirian ITB untuk berkembang pada masa mendatang merupakan salah satu bentuk keberanian ITB dalam merefleksikan dirinya di tengah-tengah perguruan tinggi dunia. ITB harus selalu punya inisiatif terdepan dalam mengembangkan IPTEK dan Seni termasuk bidang sosial dan kemanusiaan. Jika perkembangan ITB hanya pada format konservatif, niscaya ITB tidak akan berubah secara eksponensial menuju kondisi yang jauh lebih baik. ITB harus berani.
ITB harus berani seperti apa? Mungkin punya makna yang berbeda jika keberanian yang dimaksud dihubungkan dengan peperangan di medan laga. Tapi ‘roh’ keberanian tersebut dapat diadopsi dalam konteks ‘persaingan’ akademik antar perguruan tinggi kelas dunia. ITB sudah menuju arah yang dimaksud tapi belum berani. Mungkin Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) merupakan salah satu bentuk keberanian ITB dalam memberikan ‘otoritas’ untuk berkembang. ITB seharusnya memberikan ‘otoritas’ itu ke semua elemen akademika, ke semua fakultas dan sekolah, serta ke setiap pusat.
Tanamkan keberanian tersebut sejak dini di civitas akademika ITB. Beri tantangan sebanyak mungkin dan beragam masalah. Tapi di lain pihak beri kepercayaan dalam bentuk otoritas ketika tantangan itu akan dihadapi. Kehebatan civitas akademika ITB tidak usah diragukan lagi. Tapi kehebatan tersebut akan lebih bermanfaat dan menggaung lagi jika diberikan otoritas. Dengan otoritas ini justeru individu-individu ITB akan semakin loyal.
Terobosan-terobosan strategis amat diperlukan oleh ITB pada masa mendatang. Terobosan tersebut hanya dapat dilakukan jika ITB berani. Tanpa terobosan tersebut ITB tidak akan pernah berubah. Oleh sebab itu ITB butuh orang-orang yang berani dan siap akan tantangan. Jangan menempatkan orang yang peragu dalam membangun terobosan-terobosan tersebut. Semakin banyak orang berani di ITB akan semakin baik. ITB akan melesat menuju cahaya kemajuan dan kenyamanan. ITB berani kok.