Pakaian seperti apa yang akan membuat anda nyaman? Mungkin ada yang menjawab bahannya mesti lembut seperti sutra, atau bahan yang tidak membuat panas/gerah, bahan alami dlsbnya. Tapi kita mungkin lupa bahwa pakaian yang membuat kita nyaman adalah pakaian dengan ukuran yang pas buat badan kita. Dengan ukuran yang pas maka keleluasaan badan untuk bergerakpun menjadi nyaman. Bayangkan jika pakaian yang kita kenakan terbuat dari bahan sutra termahal tetapi ternyata ukurannya terlalu sempit, maka kita tetap tidak akan nyaman memakainya.
Ibarat memakai ukuran baju dan celana yang pas buat ukuran badan kita, maka inti dari “ITB yang terukur” adalah bagaimana ITB dibangun dengan menjunjung tinggi profesionalisme dan kapasitasnya sehingga seluruh civitas akademika akan beraktifitas secara maksimal, bukan optimal. Disini peran institusi yang memberikan keleluasaan dalam berkarya dan memahami apa yang dibutuhkan oleh ‘penghuni’ institusi tersebut. Menjunjung profesionalisme punya makna dalam, luas dan bermanfaat secara internal maupun eksternal. Bagaimana cara menilai aktifitas setiap individu secara obyektif, ini contoh dari profesionalisme. Bagaimana menilai seseorang bukan berdasarkan like-dislike, ini juga merupakan contoh apresiasi dan profesionalisme.
Penempatan seseorang pada tempat yang pas buat mereka juga merupakan salah satu contoh bagaimana ITB terukur dapat dicapai. Pas dengan keahliannya dan juga kapasitasnya. Jangan menempatkan seseorang yang bukan ahlinya. Struktur organisasi yang sehat mesti mengikuti aturan-aturan profesionalisme. Dan ini juga merupakan bentuk dari ITB terukur.
Proses regenerasipun mencakup aspek terukur. Selama ini, kalau mau kita jujur, apakah proses regenerasi sudah berjalan dengan baik? Apakah tidak ada kesenjangan generasi? Dan apakah sudah benar mengarahkan dan mempersiapkan generasi baru untuk menghadapi tantangan masa depan? ITB mesti punya ukuran yang jelas dalam membangun generasi baru pada masa mendatang.
ITB harus memperhatikan kesejahteraan dosen dan pegawainya secara berkelanjutan. Harus ada tahapan-tahapan yang jelas menuju kesejahteraan tersebut. Jangan hanya terpaku dan berharap akanĀ bantuan dari pemerintah. Jangan berharap pemerintah akan memberikan kesejahteraan sandang dan pangan dalam waktu dekat. ITB harus mencari. Dan semua usaha tersebut harus terukur. Dengan menargetkan bahwa 10 tahun mendatang ITB akan masuk jajaran 100 perguruan tinggi bergengsi dunia maka tidak salah saat itu juga kesejahteraan ITB akan meningkat secara signifikan.
Kembalinya ITB mengusung kata ‘terukur’ dalam perjalanannya pada masa mendatang justeru akan mengembalikan segala gerak dan aktifitas ITB secara konsisten sehingga semua usaha tersebut dapat dilakukan secara efisien. ITB yang terukur adalah idaman semua orang. ITB pasti bisa!