ITB harus menjadi perguruan tinggi yang idealis

Perguruan tinggi bukan partai politik. Perguruan tinggi bukan supermarket dan juga bukan paguyuban. Perguruan tinggi adalah lembaga akademik, lembaga ilmiah yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pendidikan, punya tingkat independensi yang sangat tinggi, memahami bentuk kreatifitas dan inovasi sebagai perwujudan dari dinamika civitas akademikanya. Perguruan tinggi bukan dunia maya dengan batas-batas eksklusifitasnya.Perguruan tinggi bukan juga the untouchable, tetapi perguruan tinggi harus berbaur dengan masyarakat.

ITB jangan sampai menjadi the untouchable. Sosok ITB tetap menjadi panutan akademik dan dunia keilmiahan di Indonesia. Rasanya tidak lengkap jika berbicara masalah IPTEK dan Seni tanpa keterlibatan ITB. ITB sudah menjadi ikon perguruan tinggi dengan reputasi keilmiahan yang tidak diragukan lagi. Masalahnya adalah apakah ITB dapat menjaga ‘tradisi’ ini? Apakah ITB masih mau berbaur dengan masyarakat? Berbaur dengan masyarakat yang membutuhkan ITB, yang menginginkan ITB berkontribusi secara nyata. Kebanggaan masyarakat akan eksistensi ITB juga merupakan kebanggaan ITB sendiri.

Ketika ITB bergerak maju, bergerak secara dinamis, maka lambat laun akan menimbulkan gap antara ITB pada posisi tertentu dengan masyarakat (Indonesia). Tetapi, jika ITB tetap mempertahankan idealismenya sebagai perguruan tinggi yang dapat berbuat banyak untuk kesejahteraan rakyat, maka secepat apapun gerak dinamis ITB dilakukan maka masyarakat akan tetap merasakan aura ITB. Tetap merasakan peran ITB. Dan masyarakatpun tetap bangga dengan eksistensi ITB.

Jangan pernah berpikir atau terlintas sedikitpun bahwa ITB dapat dijadikan batu loncatan untuk mencapai suatu tujuan yang sifatnya individual atau sekelompok individu yang pada akhirnya akan merugikan ITB secara keseluruhan. Batu loncatan seperti apa? Jangan pernah menggunakan ITB sebagai kendaraan pribadi untuk mencapai suatu tempat tertentu. Kendaraan apa? Jangan coba-coba untuk menjadikan ITB sebagai perusahaan untuk mendapatkan profit sebesar-besarnya. Profit apa? Dan jangan pernah merajuk ITB agar integritas dan loyalitas dapat dinegosiasi untuk tujuan-tujuan sempit individualistik. Andapun tahu, apa yang saya maksud dengan ini..(*smile*).

Leave a Reply