Kepada para pembaca budiman khususnya civitas akademika ITB, seluruh mahasiswa, staf pengajar, pegawai, dan juga bagi pemerhati fanatik dengan perkembangan ITB selama ini. Tulisan ini merupakan pemikiran awal dari saya sebagai warga ITB yang nanti akan disusul dengan tulisan-tulisan ringan yang bagaimanapun juga akan dapat memberikan masukan terhadap perkembangan ITB pada masa mendatang.
Tantangan ITB pada masa mendatang jauh lebih berat dibanding sekarang. Tidak hanya tantangan akan begitu pesatnya perkembangan IPTEK dan Seni tetapi juga tantangan global lainnya yang mau tidak mau akan melibatkan ITB baik secara langsung maupun tidak. Begitu kompleksnya tantangan yang ada berdampak terhadap kesiapan ITB dan kapasitas ITB sebagai perguruan tinggi teknik tertua di Indonesia. Bahkan eksistensinyapun lambat laun bakal dipertanyakan.
Coba jika kita runut perkembangan ITB selama ini, dan sejauh ini, ITB masih tergantung pada kebijakan-kebijakan pemerintah terkait pengelolaan perguruan tinggi. Belum ada sikap independensi ITB sendiri dalam mengembangkan diri pada masa mendatang. Jika ini tidak pernah ditunjukkan maka ITB akan tetap berada pada kungkungan dan rambu-rambu yang justeru akan memperlambat pertumbuhan ITB sendiri.
Perkembangan teknologi begitu pesat. Bidang ICT selalu memberikan perkembangan up-to-date dengan orde tahunan bahkan 6-bulanan dan 3-bulanan. Coba bayangkan, bagaimana aktifitas akademik seperti pengajaran dan penelitian (apalagi pengabdian kepada masyarakat) dapat mengikuti perkembangan itu. Belum lagi fasilitas pendukungnya termasuk kapasitas SDMnya sendiri.
Isu pemanasan global dan perubahan iklim pun tetap menghiasi arah diskusi para pemimpin dunia saat ini. Isu inipun bahkan akan tetap bertahan sampai beberapa dekade ke depan. Belum lagi masalah penyakit dengan daya tular tinggi. Isu-isu dan fenomena ini justeru dapat dijadikan ’senjata’ dan ‘peluang’ bagi ITB untuk mengembangkan diri dengan akselerasi tinggi.
Masalah-masalah bangsapun tidak pernah putus dan padam. Akan selalu muncul masalah bangsa yang rumit, dimana ujung permasalahannya dan dimana ujung solusinya, semuanya itu tampak ‘abu-abu’. ITB mesti punya peran kuat dalam memberikan solusi alternatif. ITB jangan hanya menjadi menara gading dan hiasan beberapa koran dan jurnal internasional dengan citasi index tinggi. ITB harus peduli 100% dengan perjalanan bangsa ini.