Saya mau berkomentar tentang bagaimana manusia Indonesia memelihara seni-budayanya (sok menjadi budayawan..he..he). Kenapa seni-budaya kita menjadi termarginalkan oleh budaya asing. Dari sudut pandang pendidikan tentu saja seni-budaya ini terkait erat. Dan yang paling ironis dari sikap bangsa kita terhadap seni-budaya sendiri adalah adanya kecendrungan menganak-tirikan seni budaya sendiri sejak ‘dini’ (baca: anak-anak).
Komentar ini bisa menjadi sebuah komentar yang dialami kebanyakan orang tua di negeri ini. Maksud saya adalah coba perhatikan anak-anak kita yang masih berusia dini (balita, SD). Mereka hampir seharian ada di sekolah. Apa saja yang mereka lakukan di sekolah? Pasti semuanya setuju mengatakan bahwa anak kita di sekolah belajar dan bermain. Bagi balita diharapkan lebih banyak porsi bermainnya. Dan bagi anak-anak SD kebanyakan belajar dengan frekuensi amat padat, banyak PR dan ulangan.
Saya hanya ingin mengomentari kegiatan luar sekolah (ekstrakurikuler) yang populer disebut ekskul. Yang sangat menyedihkan bagi saya adalah kenapa minimnya bahkan tidak ada pilihan ekskul tentang seni-budaya Indonesia (anak saya sekolah di Bandung, Jawa Barat). Tapi kebanyakan jenis ekskul terkait dengan seni modern dari negara luar. Seperti tari modern bernuansa disko, samba, salsa, anisa, dan lainnya. Tidak ada pilihan (kalau di Jawa Barat) ekskul gamelan, tari jaipong, dan jenis seni budaya khas Jawa Barat (Sunda) lainnya.
Ini sangat menyedihkan dan membahayakan generasi kita pada masa mendatang. Seharusnya pihak Dinas Pendidikan Jawa Barat membuat semacam kesepakatan bersama dengan Dinas Pariwisata dan Budaya dalam menjaga nilai-nilai seni dan budaya Jawa Barat. Bentuknya berupa keharusan semua sekolah di Jawa Barat mengadakan ekskul bernuansa seni-budaya Jawa Barat. Jangan sampai seni-budaya Jawa Barat ‘punah’ gara-gara ‘kontribusi’ bidang pendidikan yang justru tidak ‘mendidik’ anak-anaknya agar mencintai seni-budaya nya sendiri. Bagi saya ini permasalahan yang amat serius karena jika ‘kebiasaan’ ini berlangsung tahunan bahkan puluhan tahun jangan kemudian kita menyesal karena seni-budaya kita sendiri akhirnya ‘diakuisisi’ oleh bangsa lain. Ini bis aterjadi, kenapa tidak?
March 25, 2009 at 1:40 am
wkwkwk…..
bener Bli,…semoga sekarang hal yang dituliskan Bli sudah ditanamkan ke putra putrinya juga,…
suka sedih Bli, anak anak sekarang banyak yang gak hafal lagu daerah,..lagu nasional…dulu waktu eike sekolah…uuhhh hampir tiap bulan jadi juara karena ikut lomba2 mewakili sekolah…
mari kita ajarkan pendidikan dari lingkungan keluarga untuk memperkenalkan seni dan budaya indonesia yang beranekaragam ini…
July 17, 2009 at 3:49 pm
Ok…..saya telat lagi nih beri komentarnya. Tapi, engga apa2 kan? aku punya cerita dikit.
Keluargaku gabungan jawa-sunda. Dari kecil, selalu ditanami cinta kesenian & kebudayaan sendiri, hingga kami yg perempuan,dari kecil harus ikut kursus tari jawa, sunda, bali, dll. Karena dididik seperti itu, kami tetap mencintai kebudayaan negri tercinta ini. Walaupun kedua orangtua sudah tidak ada, tetap kami tidak terimbas kebudayaan luar negri. Saat saya tugas ke luar negri, saya bangga campur prihatin karena yg mencintai kebudayaan kita, lebih banyak orang luarnya. Jangankan kebudayaan, lagu kebangsaan kita aja banyak yg tidak hapal. Untuk mengenalkan kembali kebudayaan kita untuk generasi ke depan, perlu waktu dan kemauan yg gigih, dan tetap optimis. Sanggup??
August 9, 2009 at 9:21 am
Salah satu upaya pelestarian budaya indonesia adalah dengan membuat dokumentasinya, termasuk dokumentasi digital atau elektronik di era informasi ini. Mungkin peran perguruan tinggi bisa dikedepankan di sini.
August 21, 2009 at 5:49 am
bagaimanapun suatu kebudayaan akan di pengaruhi oleh kebudayaan lain.Dalam era teknologi dan informasi yang semakin dinamis hal tersebut tidak dapat di hindarkan,para muda dituntut untuk lebih kreatif mengembangkan potensi diri yang mereka punya. walau terkadang kecenderungan untuk meniru budaya barat tersebut tanpa ada filter sebagai orang timur!Bicara tentang budaya perlu perhatian kita semua,bangsa indonesia,untuk menjaga dan melestarikan nya,semuanya saling berkaitan erat dengan politik,ekonomi sosial masyarakat,suatu bangsa!Disinilah peran penting dari pemerintah,terutama untuk pelestarian dan pengembangan budaya nasional indonesia ,baik itu tari tarian maupun adat istiadat yang lain.
October 24, 2009 at 7:06 pm
setuujju banget kalo budaya kita tanamankan sejak dini…
I LOVE INDONESIA