Tentara kok gendut

Tadi pagi, saat melintas jalan Aria Jipang menuju jalan Dago melintas mobil berkualifikasi jeep. Dari jarak sekitar 3 meter saya memperhatikan sopirnya seorang tentara yang tampaknya ‘berpangkat’. Tapi ada yang cukup menggelikan ketika memperhatikan bapak tentara tersebut. Saya melihat seolah-olah satu isi jeep itu penuh oleh badan tentara tersebut karena saking gemuknya (he..he..).

Mungkin pas pikiran saya lagi iseng saja saat itu. Kenapa bisa tentara sampai gemuk kayak begitu? Rasa-rasanya dimana-mana dan sampai kapanpun yang namanya tentara, polisi, dan sejenisnya mesti memperhatikan bentuk tubuh yang seimbang (he..he..). Bagaimana mau bergerak cepat jika bobot tubuh seperti itu. Apakah tidak ada aturan dalam konteks ketentaraan atau kepolisian, atau mungkin dalam bentuk aturan bahwa bobot tubuh yang ideal mesti selalu dijaga semasa aktifnya? Kalau sudah pensiun hal lain lagi, silakan saja kembangkan tubuh ke samping ke atas dan ke bawah semaksimal mungkin (he..he..).

Rasanya terganggu mata dan perasaan ini melihat tentara Indonesia gendut-gendut. Seperti taruna-taruna yang sedang melaksanakan pendidikan itu lho, kalau keluar kandang alias jalan-jalan ke area publik, badannya tegap-tegap dengan postur tubuh seimbang lengkap dengan pakaian seragamnya. Mesti seperti itu. Jadi, mesti ada aturan tambahan tentang ketentaraan-kepolisian Indonesia. Jika ada yang keluar kandang dan jalan-jalan di area publik dengan pakaian seragam maka mesti menunjukkan bobot tubuh ideal. Jika tidak memenuhi ini, maka dilarang memakai seragam (he..he..).

Bagaimana kalau mengendarai mobil? Boleh saja tidak ada masalah, tapi bagi yang gendut-gendut jangan sampai kelihatan oleh publik (seperti yang saya lihat tadi pagi). Artinya mobil mesti didesain sedemikian rupa sehingga penumpang atau yang mengendarainya tidak kelihatan dari luar. Bisa jadi kaca mobilnya memakai kaca gelap 100% atau pake gorden (he..he…). Pagi-pagi sudah iseng nih….

4 Responses to “Tentara kok gendut”

  1. Oemar Bakrie Says:

    Saya pernah baca di Thailand polisi yg gendut-gendut dipaksa untuk menurunkan berat badan dengan olah-raga keras dan diet ketat … Bagus juga tuh kalau mau ditiru tentara dan polisi Indonesia, hehehe.

  2. wikantika Says:

    Wah, rupanya pak grandis sudah tahu duluan tentang tentara gendut…he..he…Tampaknya bisa dibuat semacam panduan bagi tentara atau polisi Indonesia tentang diameter perut, paha, dan bokong yang diperbolehkan..he..he..

  3. Ikkyu_san Says:

    musti ikut Billy’s Boot Camp tuh… di sini sedang naik daun
    EM

  4. harikuhariini Says:

    Jadi ingat becandaan ama temen2 sma, tentang polisi sich, bkn tentara.. Apa yg membedakan polisi yg baru dgn org yg udah lama jdi polisi, kata temen aku sich “ukuran lingkar perutnya”. Hehe


Leave a Reply