Seandainya sepanjang tahun Ramadhan

Baru tiga hari merasakan hari-hari saudara Muslim melaksanakan ibadah puasa, rasanya memang berbeda sekali dengan hari-hari sebelum bulan Ramadhan. Keteraturan, ketertiban dan ketenangan terasa sekali. Jalanan tidak macet, seolah-olah menemukan semangat yang berbeda.

Saya sangat menikmati tiga hari terakhir sejak bulan suci Ramadhan dimulai. Tiba-tiba semuanya berubah secara otomatis! Coba lihat jalanan di Bandung, yang tadinya macet berubah menjadi lebih lancar. Kalaupun ada, itu semuanya tidak menjadi beban atau menyebabkan stress. Keteraturan dalam mengkonsumsi makanan dan minumanpun menjadi lebih baik.

Yang saya bayangkan adalah alangkah indahnya jika sepanjang tahun Ramadhan. Keteraturanpun akan terjadi sepanjang tahun. Tidak hanya keteraturan fisik atau kenikmatan duniawi tetapi juga menahan emosi-emosi berlebihan yang cendrung berdampak jangka panjang. Pikiran menjadi lebih tenang. Ragapun menjadi lebih bugar. Sekali lagi saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Salam hangat.

8 Responses to “Seandainya sepanjang tahun Ramadhan”

  1. yaniwid Says:

    Tiga hari ini banyak anak sekolah yang libur. Keliatannya berdampak besar pada kemacetan lalu lintas…
    Bahwa orang-orang cenderung lebih sabar dan menahan diri, itu memang terasa ya… dan memang indah…

  2. anis Says:

    Itulah kenapa bulan ramadhan disebut bulan penuh berkah.

  3. parmis Says:

    SAYANG DATANG NYA SETAON SEKALI ROMADHON NYA

  4. sangkebenaran Says:

    Muhammad diyakini penganut Islam melakukan perjalanan di tengah malam ke Bait’ullah, Mesjid Al-Aqsa di Yerusalem. Penganut Islam merayakannya dan menyebutnya Mikraj.

    Keyakinan Islam ini bertentangan dengan sejarah dan mengubur kenyataan atau memang penganut Islam sungguh bodoh dan tolol. Muhammad melakukan perjalanannya ketika hidup pada abad VI.

    Kenyataan dan sejarah mengatakan Bait’ullah dihancurkan Titus sebagai akibat Perang Yahudi-Romawi (66-73). Titus mengepung Yerusalem dan menghancurkan Bait’ullah, dan hanya menyisakan tembok penopangnya, termasuk Tembok Barat.

    Di tempat Muhammad tersebut diyakini penganut Islam telah melakukan perjalanan di tengah malam tidak ada Bait’ullah maupun Mesjid Al-Aqsa.

    Islam menyebarkan kebohongan busuknya tentang sejarah Bait’ullah dan Mesjid Al-Aqsa.***

  5. sangkebenaran Says:

    Inilah contoh ajaran suci Muhammad:

    Dikisahkan Jabir bin ‘Abdullah: Ketika aku menikah, Rasullah bersabda kepadaku, perempuan macam apa yang kamu nikahi? Aku menjawab, aku menikahi seorang janda muda? Beliau bersabda, Mengapa kamu tidak bernafsu pada para perawan dan memanjakannya? Jabir juga berkisah: Rasullah bersabda, mengapa kamu tidak menikahi seorang perawan muda sehingga kamu dapat memuaskan nafsumu dengannya dan dia denganmu?

    Hadits Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 17.

    A’isyah (Allah dibuatnya bahagia) diceritakan bahwa Rasullah (semoga damai sejahtera atas beliau) dinikahi ketika usianya tujuh tahun, dan diambilnya untuk rumahnya sebagai pengantin ketika dia sembilan tahun, dan bonekanya masih bersamanya; dan ketika beliau (Nabi Yang Kudus) mampus usianya delapan belas tahun.

    Kitab Sahih Muslim 8, Pasal 3311.

    Dikisahkan A’isyah: bahwa Nabi menikahinya ketika dia berusia enam tahun dan menikmati pernikahannya ketika berusia sembilan tahun. Hisham berkata: Aku telah menceritakan bahwa A’isyah menghabiskan waktunya dengan Nabi selama sembilan tahun (yaitu hingga kematiannya).

    Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 65.

    Muhammad telah bernasu birahi kepada anak berusia enam tahun. Apa yang tersimpan di dalam otak Muhammad? Apa pikiran mesum nabi merupakan perbuatan suci? Seorang anak kecil Muhammad nodai dalam nama allah. Dalam ilmu psikologi moderen, yang dilakukan Muhammad disebut pedofilia, dan seorang yang melakukan pedofilia dapat dikenakan sanksi hukuman mati, karena telah merampas masa depan anak-anak, dan membuat anak-anak menderita trauma kejiwaan.

  6. Firman Says:

    Jalanan gak macet sih, pagi hari Pak. Belum pada bangun yang puasanya. Coba, jam setengah lima ke atas. Wuih.. itu pada susul-susulan tuh.

  7. wikantika Says:

    bener euy, pagi agak lengang tapi sore menjelang buka puasa kembali jalanan ruwet..nikmati sajalah..he..he..

  8. achfaisol Says:

    saudaraku sangkebenaran yg sangat kritis,

    senang sekali punya saudara yg sangat kritis spt sampean… sayangnya, pemahaman agama Islam sampean didapat dari pemikiran pribadi…

    teruslah mencari kebenaran saudaraku… teruslah meneliti, menelaah & mengkaji…

    iman di dalam dada akan menjadi sangat kokoh bila ditopang akal…

    sebagai tambahan, saya membuat tulisan tentang “Benarkah Kita Hamba Allah?”
    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/09/benarkah-kita-hamba-allah-1-of-2.html
    (link di atas adalah tulisan ke-1 dr 2 buah link benarkah kita hamba Allah?)

    Apakah Allah juga mengakui bahwa kita adalah hamba-Nya?

    semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/


Leave a Reply