Hari ini, 31 Agustus 2008, kembali Stoner membuat ‘kesalahan’. Saya kecewa karena Stoner jatuh lagi. Tadinya ingin melihat Stoner dan Rossi menunjukkan kelihaiannya menyusur trek San Marino. Tikungan tajam sirkuit ditambah aspek psikologis Stoner yang mesti memperpendek selisih poin dengan Rossi kembali menjadi petaka.
Apakah kali ini Stoner ‘takut’ lagi? Jawabannya tidak! Kali ini Stoner tidak takut tetapi hanya ragu. Ragu akan kemampuannya untuk memenangkan lomba kali ini. Walau didukung ofisial Ducati fanatik ditambah supporter yang cukup banyak tetapi dominasi ‘warna kuning’ membuat Stoner menjadi ragu. Jatuhnya Stoner untuk kesekian kalinya semakin memperkuat analisa saya bahwa Stoner sangat takut dengan yang namanya tikungan!
Stoner sangat menikmati trek lurus, tetapi Rossi sangat bahagia jika bertemu dengan tikungan setajam apapun. Ini yang membedakan mereka berdua. Lomba kali inipun Stoner melesat ke depan dikuntit Pedrosa (yang sempat beberapa saat di urutan ke-2) tapi akhirnya Rossi mampu berada di urutan ke-2. Stoner selalu ingin di depan. Dia pikir ini masih babak kualifikasi penentuan urutan start, dia lupa bahwa ini lomba sebenarnya. Lomba sebenarnya sangat berbeda dengan babak kualifikasi. Babak kualifikasi hanya menentukan siapa yang berhak sebagai urutan pertama dalam posisi start. Itu sudah dilakukan Stoner. Tapi Stoner lupa, lomba adalah pembuktian siapa yang akan memenangi lomba.
Rossi punya mental ini. Dan itu terbukti lagi. Stoner hanya ragu, sedikit keraguan yang menjadi malapetaka. Sayang memang, angka mereka berduapun terpaut semakin jauh dan Rossi semakin optimis menatap juara Dunia (lagi). Selamat Rossi, engkau mungkin memang pantas untuk tahun ini. Pantas juara dunia (lagi).
September 18, 2008 at 2:22 pm
rossi okk