Perempuan merokok, kenapa tidak?

Semalam nonton Metro TV lagi. Ada acara yang  secara rutin disiarkan oleh stasiun TV ini menjelang pemilu 2009 yaitu the Candidate. Semalam yang menjadi the Candidate adalah Ratna Sarumpaet. Figur the Candidate yang seniman dan sangat aktif membela kaum minoritas ini ditanya oleh panelis. Banyak pertanyaan, dan macam-macam. Tentang ekonomi, hukum, politik, keamanan, korupsi.

Kemudian salah satu panelis yang seorang perempuan menanyakan ‘fakta bahwa Ratna Sarumpaet adalah seorang perokok’. The Candidate mengatakan bahwa dia perokok tapi tidak merokok di depan publik. Dia tidak mengambil hak-hak orang lain untuk bisa menghirup udara bersih. Dia tidak munafik, dan dia memang perokok. Dia tidak pernah menganjurkan orang lain untuk merokok. The Candidate mengakui fakta bahwa dia seorang perokok. Tapi si penanya tetap ‘ngeyel’ bahwa figur the Candidate ‘tidak pantas’ karena merokok. Ratna Sarumpaet akhirnya mengalah. Kalau si penanya memang menginginkan dirinya berhenti merokok maka dia akan melakukannya.

Singkat kata ada opini atau pandangan yang macam-macam tentang perumpuan perokok. Apakah seorang perempuan tidak boleh merokok? Apakah kalau merokok menunjukkan ketidaksopanan, tidak etis, tidak keibuan, bahkan menunjukkan kebinalan seorang perempuan? Apakah perempuan yang tidak merokok artinya mereka adalah kaum yang patut diteladani? Patut mendapatkan medali emas Kartini? Menjadi panutan dan teladan? Kenapa kaum laki-laki perokok tidak pernah menjadi bahan pembicaraan? Entahlah semua ini…

2 Responses to “Perempuan merokok, kenapa tidak?”

  1. Ikkyu_san Says:

    Saya sendiri tidak suka perokok baik laki-laki maupun perempuan. Tapi memang saya akan lebih memandang rendah perempuan merokok. Kenapa? Karena perempuan adalah calon ibu, calon manusia baru yang dapat terkena dampak rokok sejak ia lahir. Lain hal nya kalau si perempuan tidak mau/akan melahirkan. Its about responsibility I think.
    Laki-laki perokok? Asalkan dia tidak merokok di depan saya, dan di depan anak-anak, its his life. Asal tinggalkan asuransi yang banyak untuk anak dan istri seandainya dia cepat mati hihihi.

  2. nova Says:

    saya memang seorang perokok…
    Bagi saya sekarang merokok adalah salah satu hal yang lumrah untuk dilakukan. itu berarti lumrah bagi perempuan ataupun laki-laki. tidak perlu mengkotak-kotakannya secara gender…toh dampaknya sama-sama merugikan ko untuk perempuan atau laki-laki dan saya yakin setiap perokok pasti tau resiko tersebut.


Leave a Reply