P, V, F dan B

Apa yang membedakan orang Sunda dengan yang lainnya? Dari aspek apa dulu? (he..he..). Ada ciri khas dan unik yang membedakan orang suka lalapan mentah ini dengan orang lain di Nusantara. Anda benar, ciri khas tersebut sangat berkaitan erat dengan judul tulisan ini. Orang Sunda agak kesulitan untuk menggunakan kata-kata dengan huruf awal P, F, V, atau B.

Jangan anda meledek kenapa demikian tapi anda boleh tersenyum bahkan ketawa terpingkal-pingkal. Mungkin keunikan ini dipengaruhi oleh bahasa lokal yaitu bahasa Sunda sendiri. Anda pernah makan pisang goreng kan? Tapi saya yakin, anda pasti belum pernah makan fisang goreng (he..he..). Bedanya apa? Bedanya cuma penulisan huruf awal kata ‘pisang’. Saya sendiri dengan mata dan kepala saya sendiri (he..he..) pernah menemukan warung pinggir jalan di Bandung menulis makanan yang dijual dengan kata ‘fisang goreng’. Mungkin di tempat lain di Bandung atau wilayah lain di tataran Sunda bahkan menulisnya dengan ‘visang goreng’ (he..he..).

Banyak contoh lain yang menandakan kebingungan orang Sunda dalam menggunakan huruf P, V, B dan F. Ini kejadian yang saya alami sendiri. Ketika parkir motor di salah satu super market, pas di depan loket, petugas mempersilakan saya untuk memarkir motor ke dalam karena printer ngadat. Lalu saya bawa motor ke tempat parkir. Kemudian saya balik lagi ke loket tadi. Petugas menanyakan nomor polisi motor saya.  Saya sebutkan 4 angka dan 2 huruf belakang yaitu FP. Dengan jelas saya katakan ‘FP’. Tapi petugas mengetik ‘FB’. Saya ulangi lagi, ‘FP’ lebih pelan dan dengan suara agak keras. Eh, petugas mengetiknya ‘VF’. Wah, saya kaget juga, tapi langsung sadar bahwa saya ada di wilayah tataran Sunda. Sambil tersenyum saya tuliskan ‘FP’ pada secarik kertas. Petugaspun menerimanya dengan senyuman pula. Selamat bertugas pak…

3 Responses to “P, V, F dan B”

  1. Ikkyu_san Says:

    wahhhh Sunda begitu ya? Saya pikir hanya di Sumatera saja (ntah kenapa saya pikir Sumatera juga tidak jelas)

    Kalau begitu pasti urang Sunda yang pergi US, dan tidak berani masuk restoran karena di pintunya tertulis PULL (disangkanya Full hehehehe)

    hmmm perlu penelitian lebih dalam lagi nih soal daerah-daerah yang tidak bisa pakai P,V,F dan B. sudah ada yang meneliti belum ya?

    imelda

  2. wikantika Says:

    ha..ha…imelda kamu lucu fisan…eh salah.pisan maksudku..he..he

  3. Ikkyu_san Says:

    Saya kirimkan fisang efek (makanan khas makassar) untuk bapak ya?


Leave a Reply