Mahasiswa Tugas Akhir (15)

Beberapa waktu lalu, ada dua mahasiswa doktor dibawah bimbingan saya melaksanakan tahap ujian kualifikasi. Jika lulus maka mahasiswa bersangkutan berhak menyandang kandidat doktor (perjalanan masih panjang..he..he.). Ujian dimulai pukul 1 siang sampai jam 5 sore. Diskusi sangat padat karena tim penguji cukup banyak, berjumlah sekitar 6-7 orang, plus tim pembimbing 3 orang.

Saya ingin meringkas suasana ujian tersebut menjadi beberapa poin sebagai berikut:

-Masalah umum yang sering muncul adalah perasaan gugup saat menjawab pertanyaan dari penguji (ini berakibat konsentrasi menjadi buyar);

-Perlunya sistematika presentasi untuk mengurangi atau bahkan meniadakan pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari topik riset (pertanyaan seperti ini biasanya muncul dari penguji yang kurang bahkan tidak paham dengan topik riset yang akan dikaji). Oleh sebab itu presentasi adalah aktifitas wajib bagi mahasiswa semua strata (S1, S2 dan S3)

-Nilai kebaruan (originalitas) riset tetap menjadi pertanyaan yang sering muncul. Ini kembali lagi pada kekuatan kita dalam melakukan critical review. Posisi riset kita ada dimana dibandingkan riset-riset terdahulu. Dan nilai kebaruan ini disampaikan saat presentasi;

-Mahasiswa perlu yakin dan pede serta konsisten dengan apa yang akan dilakukannya. Rasa yakin dan sebagainya ini muncul jika kita memahami critical review dan posisi riset kita (sering terjadi ketika ada yang menanyakan terkait dengan metode dan output riset, muncul keragu-raguan dan ketidakpercayaan;

-Tim pembimbing ikut menanyakan sesuatu kepada mahasiswa bimbingannya. Seharusnya tim pembimbing tidak perlu bertanya melainkan mengarahkan diskusi dan menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang tidak relevan dengan topik riset (intinya membantu mahasiswa bimbingannya agar tetap fokus dan pede);

-Sering mahasiswa tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana karena hilangnya konsentrasi dan rasa percaya diri. Seharusnya tidak perlu terjadi. Mungkin ini berkaitan dengan kondisi temporal mahasiswa bersangkutan? (stress, bingung melihat begitu banyak penguji, badan tidak fit, ada masalah non teknis dll);

-Bagaimanapun juga mahasiswa perlu latihan presentasi beberapa kali sebelum ujian kualifikasi.

Ketika menyandang kandidat doktor (yang artinya proposal riset disetujui) maka langkah selanjutnya adalah bagaimana mengimplementasikan riset itu dalam waktu setahun-dua tahun. Selamat melakukan riset…tetap semangat (he..he..)

6 Responses to “Mahasiswa Tugas Akhir (15)”

  1. -soni- Says:

    Sebaiknya istirahat yang cukup, memang kondisi fisik tidak bisa di bohongi, kalau sudah kurang tidur konsentrasi buyar malah inget yang lain dan lupa sedang ujian, untung juga ga tidur pas ujian sidang he2x..

  2. Oemar Bakrie Says:

    Mahasiswa harus siap dengan pertanyaan dari anggota KPPS yg mungkin bidangnya agak “jauh”. Saya pikir disinilah perlunya pembimbing mengarahkan pertanyaan yg mungkin tadinya kurang relevan menjai lebih nyangkut., atau membantu/mengarahkan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan semacam itu. Sekedar berpendapat Pak.

  3. wikantika Says:

    Kang soni, komentarnya berdasarkan pengalaman pribadi nih (he..he..).

  4. wikantika Says:

    Betul pak hendra, hal ini sering terjadi. Peran pembimbing sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti ini. Jangan diam saja atau lebih parah lagi malah menyudutkan..he..he…

  5. Ikkyu_san Says:

    Hmmm dicatat untuk bekal kalau mengambil Doktor hehehe. TFS pak

  6. wikantika Says:

    ditunggu infonya kalau sudah masuk program doktor..he..he..


Leave a Reply