Lelucon yang tidak lucu

Semalam sempat nonton Metro TV menayangkan dua tokoh dari dua partai (yang merasa) besar. Dialog tersebut mengulas tentang pertemuan kedua pimpinan partai (yang juga merasa) besar tersebut yang diindikasikan sebagai awal koalisi mereka. Saya hanya nonton sebentar karena setelah beberapa menit kemudian langsung saya ganti ke program TV lainnya. Kenapa?

Dialognya garing pisan (kata orang Sunda). Ketika ditanya tentang indikasi koalisi kedua partai tersebut, masing-masing menjawab dengan bahasa awang-awang, alias tidak tegas. Ada kesan malu-malu, berbau normatif, dan agak sopan (he..he..). Tapi mereka bangga sekali bisa duduk bersama. Bangga karena hal ini mungkin jarang terjadi. Dan mungkin bangga juga karena bisa masuk TV (he..he..).

Kemudian ada pertanyaan lagi tentang siapa yang akan menjadi capres dan wapres (ini pertanyaan seandainya). Salah satunya menjawab bahwa partainya sudah menetapkan tokoh mumpuni mereka sebagai capres. Ketetapan ini tidak bisa diganggu gugat. Lucu sekali (garing tau!). Coba pikir, bagaimana kalau partai mereka mendapatkan suara yang lebih sedikit dari partai koalisinya? Mau ngotot tokoh mumpuni mereka tetap sebagai capres? Begitu juga sebaliknya. Jadi banyak logika yang dibolak-balik dan akhirnya terkesan tidak etis. Atau politik di Indonesia tidak etis ya? Atau politik itu memang tidak ada unsur etisnya?

Ini dagelan dialog yang seharusnya Metro TV tidak usah menayangkannya. Seharusnya lagi, Metro TV dan stasiun TV lainnya memberi kesempatan bagi partai politik lainnya untuk tampil di layar kaca. Rakyat supaya bisa belajar dari banyak partai. Jangan hanya dari partai besar yang sudah ketahuan ketidakberesannya. Banyak partai kecil yang masih punya hati nurani untuk memperbaiki negeri ini. Dan pasti ada sesuatu yang baru dari partai gurem tersebut. Rakyat sudah bosan dengan ‘tampilan’ yang begitu-begitu saja, dan kalau memang mendeklarasikan sebagai TV-the election channel, maka seharusnya Metro TV adil dalam memberikan pembelajaran politik bagi masyarakat. Berikan kesempatan bagi partai kecil lainnya untuk tampil di layar kaca.

Leave a Reply