Sudah beberapa kali saya melintasi kerumunan polisi yang melakukan razia. Khususnya razia sepeda motor. Dan sebanyak razia itulah saya luput dari pengamatan polisi. Maksudnya sepeda motor yang saya tumpangi tidak pernah diberhentikan oleh polisi.
Apakah karena saya belum waktunya menjadi ’sampel’ motor yang harus diperiksa (jika dikaitkan dengan ilmu statistik..he..he..)? Atau polisi punya ‘naluri’ lain atau punya teknik tertentu untuk melakukan pemilihan motor yang diindikasi ‘mencurigakan’? Artinya gerak-gerik saya dalam mengendarai motor tidak mencurigakan? (he..he..).
Mungkin nasib saya memang belum diputuskan untuk diberhentikan oleh polisi. Pengalaman selama ini, saya akan segera memperlambat jika di depan ada razia. Hal ini rupanya menjadi salah satu parameter penilaian oleh polisi. Menilai pengendara apakah akan ‘bereaksi’ jika di depannya ada pemeriksaan. Dan polisi akan segera memberhentikan sepeda motor yang tiba-tiba seperti mempercepat laju motornya atau seperti ‘bermanuver’ untuk menghindari pemeriksaan.
Saya sendiri memperlambat laju dan sama sekali tidak terpengaruh dengan hadangan beberapa polisi. Saya tenang saja. Nah, mungkin ketenangan saya dalam bersepeda motor menjadi penilaian tersendiri bagi polisi. Atau mungkin karena selama ini ’seragam’ yang saya pakai? Saya selalu mengenakan jaket hijau (seperti tentara) dengan celana jins warna coklat muda dan sepatu warna coklat tua? Bisa jadi yaaaa, ini kan mirip seragam polisi (ha..ha..ha..)
October 20, 2008 at 11:37 am
itu karena kita santai bawa motornya…. trik ini juga uda gw sering lakuin. pokoknya jalan terus santai dan pasang muka sombong(optimis) terus jangan sampai kita melakukan kontak mata dengan si polisi.. alhasil mereka juga males nyetopin karena dipikir kita lengkap dan ujung-ujungnya mereka ga dapet duit he…he.
October 24, 2008 at 3:36 am
Trimakasih sharingnya Pak,
Saya sering mengalami Pak, khususnya di arah Rajiman-Cipaganti yang sering sekali ada operasi besar. Sepeda motor tanpa surat diparkir banyak sekali. Dari sekian kali operasi sekalipun saya belum pernah diberhentikan.
Jika ada operasi saya akan memelankan laju sepeda motor, buka kaca helm, dan berjalan di posisi terdekat dengan kerumunan polisi. Aman. Selain itu, mungkin karena kendaraan saya lengkap dengan 2 kaca spion dan menyalakan lampu depan.
Salam, Bandung.
October 29, 2008 at 8:57 am
pertama melihat sekilas kelengkapan sepeda motor dan ridernya.
kedua, melihat sekilas nomor polisi. Biasanya yang luar kota cenderung diberhentikan. Dan polisi juga tau kombinasi nomor polisi dan bulan/tahun keluarnya kendaraan. Jadi kalau nomornya normal, dijamin lewat. nomor Bandung dan kode di belakang angka juga menunjukkan wilayah mana. Misalnynya Bandung Selatan, sementara razia ada disana juga. Aman banget.
ketiga, reaksi si penunggang motornya. Jika melakukan manuver atau keliatan ngumpet di belakang rider lain. Atau menjauh dari kerumunan polisi. Dijamin malahan jadi perhatian–kemudian liat di tahap 1 dan 2 di atas. Kalau lengkap, ya lolos juga….
Pengalaman saya, saya langsung nyalakan lampu panjang, dekati polisi, jika berkerumun, saya coba terabas saja namun sangat pelan…. kalo perlu tekan klakson –> awas ngahalangan! Kalau distop, silahkan cek saja surat suratnya …. hehehehe
October 30, 2008 at 4:09 am
-berkendara dengan aman, tidak mengganggu pengendara di sekitar kita
-kelengkapan kendaraan cukup, pelat nomor standar, lampu dan spion lengkap, warna motor standar pabrik
-helm yang digunakan minimal half face, atau batok yang bertali (bukan hanya helm yang sekedar melekat di kepala dan siap terbang kapan saja)
-sikap: tidak gugup melihat polisi
mungkin beberapa hal di atas cukup untuk meloloskan dari jari telunjuk polisi.
(kalau saya sendiri, harus agak memperlambat sedikit kendaraan, karena knalpot saya bukan standar pabrik (meski tidak berisik, tapi masi jadi perdebatan juga kalau disetop polisi))
November 15, 2008 at 4:28 am
saya hri minggu mau kencan ma cw aku . aku klas 3 smp . tkut d tilang , mau minta jadwal razia ? gi mana caranya yah?
June 16, 2009 at 5:01 pm
jadwal razia mana ada…..
May 25, 2009 at 8:09 am
terserah pada ILAHI aja!!
bagi yang mo pacaran selamat di tilang aja!!!