Setelah perhelatan Euro 2008 berakhir, bukan berarti kompetisi sepakbola akan berakhir. Masih ada kompetisi di beberapa negara Eropa menanti seperti Liga Primer, Liga Italia, Liga Spanyol, Belanda, Bundesliga termasuk liga utama PSSI (he..he..). Sejarah sepakbola sudah dimulai sejak ratusan tahun lalu. Sepanjang ratusan tahun itulah sepakbola berkembang pesat dan bahkan bisa dikatakan merupakan cabang olahraga milik semua kalangan.
Sepakbola ditonton oleh kalangan tidak berduit sampai kalangan konglomerat. Sepakbolapun bisa dilakukan oleh tua-muda, kaya-miskin, dari ras berbeda, golongan berbeda bahkan dipertandingkan antara lawan melawan musuh dalam peperangan yang sebenarnya. Sepakbola menyatukan semua golongan bahkan agama. Aspek agama yang paling sensitifpun disatukan oleh cabang olah raga ini.
Saya melihat sepakbola sebagai alat pemersatu. Tidak ada cabang olahraga lain yang punya daya tarik dan magnet seperti sepak bola. Daya tarik untuk mempersatukan semua kaum, dan secara sadar akan bisa bersama dari semua tipe karakter manusia dan golongan yang beranekaragam. Sepakbola bak sebuah agama baru, agama yang bersifat universal. Sepakbola memberikan contoh riil kepada umat manusia bagaimana caranya kita bisa berkumpul bersama dari belahan penjuru dunia. Ini tidak pernah terjadi pada agama tertentu yang bisa menyatukan umat berlainan keyakinan. Kalaupun ada, itu hanya bersifat sementara.
Adalah sangat tepat negeri kita menjadikan sepakbola sebagai olahraga terfavorit. Semua watak berbeda latarbelakang, berlainan golongan dan berbeda keyakinan bersatu untuk memperjuangkan goaaalllllll! Suatu saat sepakbola akan menyelamatkan negeri ini dari kehancuran. Selamat datang agama baru!
July 4, 2008 at 4:53 am
Jika sepakbola adalah agama, maka :
tempat ibadah = stadion
para nabi : pele, maradona, dino zoff, mario kempes, franz beckenbauer, dll
kitab suci = buku panduan FIFA ?
jemaat / jamaah = penonton sepakbola
sekte : catenaccio, total football, kick and rush, possessive football, samba, tango, dll….
Salam kenal
July 4, 2008 at 11:41 pm
kalau “umat” yg suka ngamuk kalau tim-nya menang apalagi kalau kalah maen itu berarti kaum fundamentalist-nya ya Pak ?
July 6, 2008 at 7:55 am
[...] Aku sebenarnya gak suka bola, cuma aku heran dari dulu selalu dikelilingi oleh orang2 yang maniak bola. Mulai dari abangku, teman2ku dan suamiku. Benci banget sih enggak, suka banget juga enggak, biasa2 [...]
September 4, 2008 at 8:26 am
salam kenal