Istilah ‘farmer’ sebenarnya kurang tepat untuk petani Indonesia. Ada istilah lain yang lebih tepat yaitu ‘peasant’, yang artinya kira-kira petani gurem. Farmer dipakai bagi petani yang kaya raya, punya lahan garapan berhektar-hektar bahkan ratusan atau ribuan hektar. Sedangkan petani Indonesia hanya punya lahan rata-rata setengah hektar saja. Bahkan ada yang hanya sebagai pekerja sedangkan pemilik lahannya ongkang-ongkang di kota besar.
Dilihat dari latar belakang pendidikan pun petani Indonesia jauh ketinggalan. Rata-rata lulusan SD bahkan ada yang tidak lulus SD. Ini salah satu persoalan pokok yang menjadi background pertanian di Indonesia. Kalau dilihat dari konteks produktivitas pertanian, maka bisa dikatakan pertanian Indonesia mengalami masalah besar karena SDM nya tidak mumpuni. Jika tidak segera ditangani maka pertanian Indonesia akan kembali mengalami masa-masa suram kekurangan pangan.
Jika dikaitkan dengan pertanian teliti (precision farming) masalah SDM pun akan menjadi ganjalan dalam mengimplementasikannya. Ada tiga kunci dalam mencapai keberhasilan pertanian teliti yaitu informasi, teknologi dan manajemen. Ketiga kunci tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan SDMnya. Adalah sangat penting bagaimana mendapatkan informasi menggunakan teknologi yang ada kemudian mengolah untuk mendapatkan alternatif atau pilihan-pilihan dalam menentukan kebijakan pertanian. Ini semuanya tergantung SDMnya.
Belum lagi masalah non teknis lainnya yang tidak pernah terpikirkan oleh kita. Misal, ada petani yang tidak mau menerima sumbangan traktor dari pemerintah karena warna traktornya tidak sesuai dengan keinginannya (bisa jadi warna traktor tersebut tidak sesuai dengan warna parpol dominan di wilayah bersangkutan). Luar biasa kusut permasalahan pertanian Indonesia.
September 16, 2008 at 2:48 am
tolong kasih tau saya tentang informasi petani gurem indonesia(definisi)
September 16, 2008 at 6:11 am
disebut petani gurem karena kepemilikan lahannya rata-rata hanya 0,5 hektar saja. Petani gurem dalam bahasa inggris disebut ‘peasant’. ‘Farmer’ tidak cocok untuk istilah petani Indonesia.
October 8, 2008 at 12:11 am
Misal, ada petani yang tidak mau menerima sumbangan traktor dari pemerintah karena warna traktornya tidak sesuai dengan keinginannya (bisa jadi warna traktor tersebut tidak sesuai dengan warna parpol dominan di wilayah bersangkutan)
HAHAHAHA. Ironis sekali dan sekaligus seperti lelucon.