IDENTIFIKASI DAERAH BAHAYA TSUNAMI DI KOTA PADANG

Bencana tsunami saat ini menjadi fenomena yang merupakan momok menakutkan bagi masyarakat dunia, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir pantai. Hal ini dipicu oleh terjadinya tsunami terbesar dalam sejarah modern pada 26 Desember 2004 lalu yang mengenai wilayah yang sangat luas meliputi wilayah Asia Tenggara, Asia Selatan sampai ke Afrika Timur. Indonesia dalam hal ini daerah Aceh dan Nias khususnya merupakan wilayah yang paling parah terkena karena berada pada daerah pembangkit tsunami yaitu gempa tektonik di wilayah Pulau Simeulue. Ketakutan terhadap tsunami ini kemudian menjalar kesemua wilayah pesisir pantai Indonesia. Salah satu daerah pesisir yang potensial terkena tsunami adalah Kota Padang. Kota ini terhampar di sepanjang pantai Padang dengan daerah perkotaan yang relatif datar dan rendah. Kondisi topografis yang landai di sepanjang pesisir pantai, persebaran pemukiman dan penduduk dengan kepadatan tinggi serta infrastruktur dan fasilitas pelayanan masyarakat Kota Padang sebagian besar terletak di sepanjang pesisir pantai, menunjukkan tingginya tingkat kerentanan (vulnerability) kota terhadap tsunami Selain itu wilayah laut Sumatera Barat memang merupakan wilayah patahan subduksi yang merupakan sumbergempa besar dan sumber pembangkit tsunami. Secara historis pernah terjadi gempa tsunami Sumatera Barat 1797 (9 meter) dan gempa tsunami Bengkulu 1833 setinggi 4 meter  (Latief, dkk, 2005). Hal ini merupakan potensi bencana (hazard) bagi Kota Padang.  Berdasarkan kondisi di atas, maka diperlukan upaya-upaya awal untuk mengatasi bahaya ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memperkirakan daerah-daerah yang akan terkena tsunami berdasarkan model-model tsunami yang dapat dibuat. Model-model ini dibuat berdasarkan gempa-gempa besar yang pernah terjadi di kawasan ini. Dengan perkiraan ini, maka akan didapat juga daerah yang tidak terkena rendaman tsunami atau daerah aman. Selain itu dengan memperhatikan sebaran penduduk dan daerah aman sebagai tempat evakuasi, dapat diidentifikasi peluang evakuasi yang mungkin dilakukan. 

Berdasarkan kondisi kerentanan dan resiko yang mungkin dihadapi serta peluang evakuasi yang dimiliki, perlu disusun persiapan dan strategi menghadapi situasi terjadinya tsunami di Kota Padang. Pesiapan dan strategi ini diharapkan dapat mengurangi resiko yang mungkin terjadi di Kota Padang. Hal ini sabagai upaya mitigasi terhadap bencana yang mungkin terjadi. (Panca Y., Hamzah Latief, K. Wikantika)

3 Responses to “IDENTIFIKASI DAERAH BAHAYA TSUNAMI DI KOTA PADANG”

  1. jhon.hendrix Says:

    tambahin dong…

    dimana aja daerah yg udah teridentifikasi…
    buat juga perkiraan seberapa jauh stunami dapat terjadi… seperti di aceh…. jangkauan tsunami masuk ke darataran lebih kurang 25 km dari bibir pantai.

    tq

  2. anwar Says:

    saya tinggal di batang arau, di pantai padang kita dihalangi oleh bukit padang yang lumayan besar dan panjang. waktu tsunami aceh pantai juga sempet surut jauh air lautnya. tapi nga apa apa. mungkin yang bahaya yang nga terlindung sama bukit padang.


Leave a Reply