Do you really want to make me cry ?

Judul artikel ini mengutip sebagian syair lagu reggae yang asyik ! “Do you really want to make me cry……” Kalimat yang pendek, sederhana, tetapi mengandung arti yang beraneka rupa. Mungkin kalimat ini bisa ditujukan buat yang kita kasihi, yang kita sayangi, karena dia akan meninggalkan kita pergi ke luar negeri dalam jangka waktu lama. Atau buat anak kita yang sangat lucu karena kepolosan dan kesederhanaan nya dalam mengungkapkan sesuatu. Bayangkan, anak kecil yang lugu dan polos menceritakan semua aktifitasnya secara spontan walau sebenarnya apa yang diceritakannya tersebut sebenarnya amat menyedihkan. Sungguh terharu kita mendengar ceritanya. Dengan bahasa yang sederhana dan langsung ke masalah yang dia hadapi. Ini yang membuat kita terharu bahkan menimbulkan rasa iba dan bahkan meneteskan air mata ! Coba kita perhatikan di lingkungan kerja kita, coba kunjungi pasar, amati taman-taman kota, kolong jembatan, dan tempat lain yang penuh dengan aktifitas agar bisa bertahan hidup. Banyak tempat yang membuat kita bisa menangis ! Keluarga Cliff Muntu mungkin merupakan keluarga yang paling sedih tahun ini ! Kehilangan anaknya yang gagah dan perkasa telah membuat keluarga ini menangis ! Atau bahkan kasus Bulog Widjanarko dan keluarganya, tahun ini merupakan tahun penuh tangis. Orang-orang kelaparan di negara Afrika sana, mungkin tiap hari menangis dengan kekurangan makan, ketidakjelasan tempat tinggal, berperang melawan penyakit bahkan terseret dalam perang yang tiada akhir. Mereka menangis semuanya. Saudara-saudara kita di Poso juga mengalami hal yang sama. Mereka hidup berdampingan dengan kedukaan, teror, dan ketakutan. Mereka setiap malam menangis meratapi hidup yang sering tidak tenang, selalu muncul rasa kekhawatiran dan kepanikan. Air mata telah membasahi Poso akhir-akhir ini. Menangis tidak hanya diungkapkan karena perasaan sedih, terharu, atau karena menderita saja melainkan diungkapkan juga karena rasa gembira, senang, bangga, dan optimisme dalam menghadapi hidup. Dan menangislah selagi anda punya kesempatan…

One Response to “Do you really want to make me cry ?”

  1. Sussy Asiatin Says:

    Salam kenal Pak ketut
    Menangislah…
    Karena dengan air mata akan kau temukan surga

    Maaf yah, aku berani-beraninya ngasih komentar
    Ternyata hati pak ketut penuh dengan empati
    BTW kita pernah ketemu loh…
    waktu seminar Autodesk di hotel Le Meridien

    Thanks


Leave a Reply