Ada-ada saja masalah yang seharusnya tidak menjadi masalah di negeri ini. Anggota DPR ingin laptop pun menjadi sasaran empuk media masa dan massa. Kenapa keinginan anggota DPR untuk mendapatkan laptop dengan biaya 12 Milyaran menjadi pergunjingan bak sinetron Aladdin di negeri 1001 malam disana. Siapapun orang yang hidup dunia ini punya pikiran wajar dan normal jika ingin punya laptop. Dulu, laptop barang mewah dan mahal (walaupun sekarang masih mahal tetapi relatif lebih mudah dan terlepas dari kontroversi harganya yang dikatakan masih tetap mahal). Tetapi bagi orang yang membutuhkannya, laptop menjadi barang yang sangat bermanfaat. Sekalipun ada anggota DPR yang buta terhadap komputer, apakah salah jika wakil-wakil rakyat ini untuk belajar komputer ? Keinginan untuk bisa menggunakan komputer sudah merupakan keinginan yang bagus dan asal laptop tersebut nantinya memang akan meningkatkan kinerja dalam aktifitas mereka. Jadi, yang dipermasalahkan disini apa dong ? Laptop yang seharga 12 Milyar ? Ketidakpedulian anggota dewan terhadap kondisi bangsa ? (jangan terlalu mengada-ada lah, masak perbaikan kinerja dewan selalu dihadapkan pada kondisi bangsa). Atau karena pesimisme dengan kemampuan anggota dewan dalam penggunaan komputer ? Segala sesuatunya mesti jelas argumentasinya di negeri ini. Jangan biarkan generasi muda bangsa ini mengkritisi sesuatu yang memang tidak butuh kritikan. Bangun bangsa ini dengan pembangunan watak argumentatif, terarah dan futuristik. Dan tampaknya anggota dewan akan menunda keinginannya untuk mendapatkan laptop. Kembali ke laptop!