DOMAIN PUBLIK KEBENCANAAN

Visualisasi 3 dimensi NAD (Landsat + SRTM)

Gempa dan tsunami Aceh tahun 2004, merupakan awal cobaan bagi eksistensi negeri tercinta ini. Begitu hebatnya bencana yang melanda Serambi Mekah bahkan sampai ke Benua Afrika tersebut, telah menyadarkan kita semua, betapa ‘kaya’nya negeri ini dengan bencana. Kesadaran akan kaya bencana ini sebenarnya relatif terlambat, karena kalau kita lihat disekeliling kita, coba perhatikan deretan gunung, dikitarinya negeri ini dengan beberapa lempeng maka sejak dulu kesadaran tersebut sudah tumbuh. Tapi bagaimanapun juga, tidak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki sesuatu. Menyusulnya gempa Nias, Jogya, tsunami Pangandaran, banjir Jakarta, longsor di Padangpanjang, longsor Manggarai menambah daftar bencana yang singgah di negeri ini. Yang menjadi korban tetap masyarakat, banyak aset yang hilang, bahkan kalau dihitung-hitung ternyata aset tersebut hilang karena kita tidak mau secara serius ‘menanam modal’ untuk pembangunan infrastruktur yang mereduksi dampak dari bencana. Pertanyaan yang sering muncul saat ini adalah dimana kita bisa mengakses informasi atau data yang berkaitan dengan kebencanaan ? Jika kesadaran ‘kaya bencana’ (disaster awareness) sudah terpatri dalam kehidupan masyarakat Indonesia, bukankah perlu kita membangun yang namanya Domain Publik Kebencanaan ?

Leave a Reply