Tokyo Motor Show 2009

Kebetulan ketika ada pameran Tokyo Motor Show 2009 dari 27 Oktober – 4 November di Makuhari Messe, Chiba, saya berada di kampung ke-2 saya ini (he..he). Dan kebetulan saya sempat menikmati perlehatan tersebut secara langsung. Berikut beberapa foto yang sempat diabadikan. Selamat menikmati. Salam hangat.

Seni-Budaya, Bencana dan Sejarah Indonesia

Apa sih hubungan antara sejarah Indonesia dengan Bencana? Hubungan langsung memang tidak ada. Tapi ada ‘motivasi spesial’ yang muncul karena banyaknya kejadian di tanah air mengundang perhatian segenap anak bangsa. Respon sensitif yang mengusik rasa nasionalisme pun bermunculan seperti demo di depan Kedubes Malaysia. Sebelumnya aksi penyergapan terorisme di  Temanggung, Jawa Tengah mengundang perhatian pemirsa televisi yang dikemas menjadi tontonan menarik. Dan bencana gempa di Tasikmalaya menjadi ujung akhir kejadian menuju pelantikan Presiden SBY 20 Oktober mendatang. Iya, seni-budaya, nasionalisme, melayu, dan bencana menjadi kata-kata kunci tulisan ini. Hampir lupa, saya sisipkan Sejarah Indonesia yang juga  menjadi kata kunci penyambung (benang merah) kata-kata kunci sebelumnya.

Read the rest of this entry »

‘Budaya Bencana’: Sangat Penting!

Ketika banyak macam seni dan budaya diklaim Malaysia, respon Indonesia bermacam-macam pula. Ada yang mengkritik pedas Malaysia, bahkan sempat hackers Indonesia menyerang beberapa situs Malaysia. Tetapi ada juga yang mengharapkan otokritik terhadap pemerintah Indonesia dalam usaha melindungi aset seni dan budayanya. Otokritik ini juga bisa berarti bangsa Indonesia mesti intropeksi terhadap sikap menghargai seni dan budaya sendiri. Tulisan ini tidak akan membahas masalah seni dan budaya, tetapi mengulas ‘budaya’ lain yang terkait dengan kondisi geografis Indonesia yang ‘kaya’ akan bencana.

Read the rest of this entry »

ITB 2015

Apa yang anda inginkan ITB saat memasuki tahun 2015? Pasti bisa bermacam-macam dan itupun bisa jadi tidak sesuai dengan apa yang anda cita-citakan. Tapi, saya punya keinginan terukur terhadap ITB pada tahun 2015. Keinginan terukur itu harus didasari pada kondisi ITB saat ini dan peluang pengembangannya lima tahun ke depan. Apa cita-cita saya terhadap ITB 2015? Berikut ulasannya;

Read the rest of this entry »

ITB dan Alumni

Siapa sudara kembar ITB? Jawabnya adalah Alumni ITB. Tidak ada yang akan menyanggah perihal saudara kembar ITB ini. Siapa lagi hayo? Dan ITB mesti sadar bahwa masih ada saudara kembar yang bisa diajak ngobrol, bersua, bermain, berkeluh-kesah, bahkan berkoalisi dan bekerjasama.

Read the rest of this entry »

Keberanian ITB dipertaruhkan

Kemandirian ITB untuk berkembang pada masa mendatang merupakan salah satu bentuk keberanian ITB dalam merefleksikan dirinya di tengah-tengah perguruan tinggi dunia. ITB harus selalu punya inisiatif terdepan dalam mengembangkan IPTEK dan Seni termasuk bidang sosial dan kemanusiaan. Jika perkembangan ITB hanya pada format konservatif, niscaya ITB tidak akan berubah secara eksponensial menuju kondisi yang jauh lebih baik. ITB harus berani.

Read the rest of this entry »

ITB harus hiper-aktif dalam pengabdian kepada masyarakat (Indonesia)

Disadari atau tidak, dan kalau mau jujur, banyak perguruan tinggi di Indonesia belum sepenuhnya menjalankan misi pengabdian kepada masyarakat dengan baik. Bisa jadi ini pertanda kemunduran peran perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Bagaimana dengan ITB?

Read the rest of this entry »

ITB yang terukur

Pakaian seperti apa yang akan membuat anda nyaman? Mungkin ada yang menjawab bahannya mesti lembut seperti sutra, atau bahan yang tidak membuat panas/gerah, bahan alami dlsbnya. Tapi kita mungkin lupa bahwa pakaian yang membuat kita nyaman adalah pakaian dengan ukuran yang pas buat badan kita. Dengan ukuran yang pas maka keleluasaan badan untuk bergerakpun menjadi nyaman. Bayangkan jika pakaian yang kita kenakan terbuat dari bahan sutra termahal tetapi ternyata ukurannya terlalu sempit, maka kita tetap tidak akan nyaman memakainya.

Read the rest of this entry »

ITB akan pincang jika masih ada eksodus

Rumah dengan suasana nyaman, taman yang indah, kamar tidur bersih, kamar mandi asri, pencahayaan yang cukup, tidak lembab, dengan fasilitas yang lengkap merupakan idaman keluarga siapapun. ITB juga begitu. ITB adalah rumah besar dimana semua penghuninya butuh kenyamanan, ketentraman dan lingkungan sehat rumah. Jika semua ini dipenuhi, maka individu-individu yang tinggal di rumah ITB akan tetap betah, tumbuh sehat dan akan menjadi insan berkualitas.

Read the rest of this entry »

ITB harus menjadi perguruan tinggi yang idealis

Perguruan tinggi bukan partai politik. Perguruan tinggi bukan supermarket dan juga bukan paguyuban. Perguruan tinggi adalah lembaga akademik, lembaga ilmiah yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pendidikan, punya tingkat independensi yang sangat tinggi, memahami bentuk kreatifitas dan inovasi sebagai perwujudan dari dinamika civitas akademikanya. Perguruan tinggi bukan dunia maya dengan batas-batas eksklusifitasnya.Perguruan tinggi bukan juga the untouchable, tetapi perguruan tinggi harus berbaur dengan masyarakat.

Read the rest of this entry »